The Impact of Budget Planning and The Budget Implementation to The Budget Absorption in Working Units, City Government of Banda Aceh

  • Arfah Salwah Center of Training and Development and Research of Public Administration Laws, National Institute of Public Administration
Keywords: budget planning, budget implementation, budget absorption

Abstract

This study aims to look at factors in the influence on the absorption of the SKPD budget within the Banda Aceh City Government. Two factors are believed to influence the absorption of the SKPD budget, namely: budget planning and budget implementation. There total 78 were choosen as respondents to this study. The report on the realization of the budget of the Banda Aceh City Government from 2014 to 2018 shows that the budget absorption of Regional Work Unit (SKPD) is still very low, especially at the beginning of the fiscal year, namely in Quarter I and II. Partially, Budget planning does not relatively affect the budgetting absorption, meanwhile budget implementation positively and significantly influence the budgetting absorption. However, it experienced a very significant increase in uptake at the end of the year namely in the third and fourth quarter. The influence of variables was measured using multiple linear regression analysis. The results of the study indicate that budget planning and budget execution have a significant simultaneous influence on the absorption of the SKPD budget. The budget planning coefficient is 0.068, which means that if budget planning increases by one unit of calculation, the budget absorption will increase by 0.068 times or 6,8 % assuming other variables are not altered. The budget implementation coefficient is 0,423, which means that if budget execution increase by one unit of calculation, the budget obsorrption will increase by 0,423 times or 42,3 % assuming other variables are not altered. 

References

Arifin, J. (2007). Pengaruh Karakteristik Gaya Penyusunan Anggaran terhadap Efisiensi Biaya. Sinergi. https://doi.org/10.20885/sinergi.vol9.iss1.art2
Bastian, I. (2019). Lingkup Akuntansi Sektor Publik. Lingkup Akuntansi Sektor Publik.
Jauhari. (2017). Pengaruh Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran terhadap Serapan Anggaran Satuan Kerja Wilayah Pembayaran KPPN Bandung I dan KPPN Bandung II.
Ledy, G., Sondakh, J. J., & Warongan, J. D. L. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Riset Akutansi Dan Auditing “GOODWILL,” Vol.8(No.1), 108– 117.
Mardiasmo. (2006). Perwujudan Transparansi dan Akuntabilitas Publik Melalui Akuntansi Sektor Publik: Suatu Sarana Good Governance. Jurnal Akuntansi Pemerintah.
Mardiasmo. (2016). Perpajakan Edisi Terbaru 2016. In Penerbit ANDI. Miliasih, R. (2012). Analisis Keterlambatan Penyerpan Anggaran Belanja Satuan kerja kementerian Negara/Lembaga TA 2010 di Wilayah Pembayaran KPPN Pekanbaru (Universitas Indonesia). Retrieved from http://lib.ui.ac.id/file?file=digital /20289958-T24759-Analisis keterlambatan.pdf
Muhammad Munandar. (2013). Jurnal 9. Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja Dan Pengawasan Kerja.
Mulyadi. (2016). Sistem Akuntansi Edisi 4. In Sistem Akuntansi Edisi 4.
Mutmainna, & Iqbal, M. (2017). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Assets, 7(1), 120–132.
Noviwijaya, A., & Rohman, A. (2013). Pengaruh Keragaman Gender Dan Usia Pejabat Perbendaharaan Terhadap Penyerapan Anggaran Satuan Kerja (Studi Empiris Pada Satuan Kerja Lingkup Pembayaran Kppn Semarang I). 2, 91–100.
Permendagri NO. 13 Tahun 2006. (2006). Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006.
Priatno, prasetyo adi, & Khusaini, M. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran pada Satuan Kerja Lingkup Pembayaran KPPN Blitar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB.
Putri, C. T. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Rerung, elypaz donald, Karamoy, H., & Pontoh, W. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran Belanja Pemerintah Daerah : Proses Pengadaan Barang / Jasa Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Jurnal Akuntansi.
Romaidon Darma, H. (2015). PENGARUH WAKTU PENETAPAN ANGGARAN, SISA ANGGARAN TAHUN SEBELUMNYA, DAN PERUBAHAN ANGGARAN TERHADAP SERAPAN ANGGARAN PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA DI ACEH. Jurnal Administrasi Akuntansi : Program Pascasarjana Unsyiah.
Rubin, I. S. (2016). The Dynamics of Changing Budget process. In The Politics of Public Budgeting: Getting and Spending, Borrowing and Balancing.
Serafiadita Devota Fridatama Renyut. Transna Putra Urip. Robert M. W. S. T. Marbun. (2015). Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume II No. 1, April 2015. Kajian Ekonomi Dan Studi Pembangunan.
Sinaga, L. (2015). Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan UMKM Dan Jumlah Kredit yang diterima UMKM Dari perbankan Pada Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah di Kota Medan. Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Negeri Medan.
Siswanto, A. D., & Rahayu, S. L. (2010). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Penyerapan Belanja Kementerian/Lembaga TA 2010. Policy Paper Kementerian Keuangan, 1–12.
Suandy, E. (2011). Perencanaan Pajak. In Perencanaan Pajak (Edisi 5).
Zaenudinsyah, F. (2016). Analisis Faktor Penyebab Penumpukan Pencairan Dana APBN pada Akhir Tahun Anggaran. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik. https://doi.org/10.33105/itr.v1i1.56
Published
2019-12-06
Section
Articles